Cerita Bupati Armia: Saat Banjir Melanda, Hanya ORARI yang Tetap Bersuara

oleh -7 Dilihat

ACEH TAMIANG — Mengenang peristiwa sulit yang dialami warga Aceh Tamiang belum lama ini, Bupati Drs. Irjen Pol (Purn.) Armia Pahmi menegaskan peran vital Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat beliau resmi membuka Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) non reguler wilayah Aceh tahun 2026, yang berlangsung di SMP Negeri 1 Karang Baru, Sabtu (17/10/2026).

banner 728x90

Sebanyak 116 calon anggota baru mengikuti ujian berbasis komputer yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital Kelas I Banda Aceh.

Bupati mengajak seluruh peserta menghargai pentingnya keahlian yang sedang mereka pelajari, karena pengalaman nyata telah membuktikan betapa berharganya jasa para amatir radio.

“Pada November 2025, banjir besar melanda Bumi Muda Sedia. Semua terputus — jalan tertutup, telepon mati, listrik padam. Saat itulah satu-satunya suara yang terdengar adalah radio amatir,” kenang Armia Pahmi.

Beliau menambahkan, meski hanya mengandalkan aki mobil, para anggota ORARI mampu menyampaikan informasi penting keluar dan masuk saat daerah dalam kondisi terisolir total.

Berkat jaringan ORARI, kabar tentang kondisi warga, kebutuhan mendesak, serta situasi di lapangan tetap dapat tersampaikan ke berbagai penjuru.

Inilah alasan mengapa keberadaan organisasi ini bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari sistem kesiapsiagaan bencana yang nyata dan andal.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua ORARI Daerah Aceh, T. Marzuki (YB6AK), dan Sekretaris Orda Aceh, Hilman Suryadi (YC6GD).

Semangat baru dari 116 peserta diharapkan memperkuat barisan relawan komunikasi yang siap siaga menjaga jalur informasi di saat-saat sulit. ***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.