Banjir Melanda Delapan Kecamatan di Aceh Tamiang, Ratusan KK Mengungsi

oleh -39 Dilihat

ACEH TAMIANG — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tamiang sejak Minggu, 11 Oktober 2026, memicu terjadinya banjir yang meluas ke delapan kecamatan. Hingga pemantauan Senin pagi, 12 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, ratusan kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, kecamatan yang terdampak meliputi Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, dan Rantau. Petugas BPBD, Damkarmat, serta Satgas SAR terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan untuk mengetahui dampak menyeluruh.

banner 728x90

Di Kecamatan Tenggulun, ketinggian air di Desa Simpang Kiri mencapai 60 sentimeter, memaksa 50 KK mengungsi ke ladang warga. Sementara di Desa Tenggulun, 30 KK mengungsi meskipun air dilaporkan mulai berangsur surut. Di Desa Suka Makmur, sebagian wilayah sudah terbebas dari genangan, namun Dusun Tualang Tukul masih terendam sedalam satu meter dengan 10 KK yang masih bertahan di pengungsian.

Kecamatan Tamiang Hulu menjadi salah satu titik terdampak terberat. Di Desa Rongoh, air mencapai ketinggian 1,5 meter dan debit masih bertambah, sehingga 30 KK harus mengungsi ke dataran tinggi. Di Desa Bandar Khalifah, setinggi satu meter air merendam permukiman dan 150 KK mengungsi ke kantor Datok Penghulu maupun rumah warga yang lebih tinggi.

Sementara itu, tanggul sungai di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, putus sepanjang 15 meter sehingga air masuk ke permukiman. Di Desa Balai, ketinggian air berkisar 20–30 sentimeter dan 55 KK mengungsi ke rumah kerabat. Di Desa Lebuk Batil, air sudah masuk namun warga belum ada yang mengungsi.

Di Kecamatan Kejuruan Muda, Desa Alur Selebu mulai surut dan warga mulai pulang, namun 25 KK masih menetap di tempat kerabat. Desa Tanjung Genteng mulai tergenang namun belum ada laporan pengungsian.

Di Kecamatan Bandar Pusaka, Sungai Kanan meluap dan memasuki permukiman Desa Babo dan Dusun Siderejo. Jalan lintas juga tergenang, meski belum ada laporan pengungsian. Desa Batu Badulang mulai surut, sementara Desa Pengidam air masih bertahan tinggi.

Di Kecamatan Seruway, Desa Gelung mencatat 15 rumah terendam dan warga mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian. Di Kecamatan Rantau, air mulai memasuki perumahan warga Desa Alur Manis. Di Kecamatan Karang Baru, Desa Sukajadi tergenang setinggi 30 sentimeter dan warga mulai mengungsi, sementara di Desa Tanjung Karang air masuk ke lingkungan Pesantren Darul Mukhlisin.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, S.STp., MSP., meminta seluruh camat memperketat pemantauan dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat agar warga tidak panik.

“Berikan informasi yang akurat dan pastikan warga tidak panik,” pesan Iman Suhery. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada, mengutamakan keselamatan jiwa, menghindari melintas di jalan tergenang, dan segera melapor ke perangkat desa apabila terjadi hal-hal yang mendesak. BPBD bersama unsur terkait terus memantau perkembangan situasi. (Rd01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.