ACEH TAMIANG — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh Tamiang kini resmi memiliki kepengurusan definitif, menyusul diterbitkannya Surat Keputusan PSSI Aceh Nomor SKEP/03/PSSI-ACEH/VII/2026 pada 29 Juli 2026. SK tersebut langsung ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Aceh, Nazir Adam, S.E., M.M.
Pengesahan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus membangun masa depan sepak bola Aceh Tamiang yang lebih maju dan berprestasi.
Syahriel Nasir, S.Kom., dipercaya memegang tampuk pimpinan sebagai Ketua PSSI Aceh Tamiang. Bersama jajaran pengurus definitif, organisasi diharapkan dapat bergerak lebih terarah dalam menjalankan program kerja, memperkuat sistem pembinaan, dan meningkatkan prestasi sepak bola daerah.
Susunan Dewan Pengurus Harian tertulis jelas dalam SK tersebut: Syahriel Nasir menjabat Ketua; Zulkifli sebagai Wakil Ketua; Sayed Mahdi, M.Si., M.MA., sebagai Sekretaris; Umar Syahdan, S.E., sebagai Bendahara; serta Alfat, S.Sos.I., sebagai Wakil Bendahara.
Pengesahan ini bukan sekadar urusan administrasi semata, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membenahi tata kelola organisasi dan mengembangkan potensi sepak bola yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Alhamdulillah, dengan terbitnya SK pengesahan ini, PSSI Aceh Tamiang kini memiliki kepengurusan definitif. Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat organisasi dan menjalankan roda pembinaan sepak bola secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Syahriel Nasir pada Selasa (13/10/2026).
Ketua baru ini menegaskan bahwa amanah tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata. PSSI diharapkan hadir sebagai rumah yang mampu menyatukan klub, pemain, pelatih, wasit, dan seluruh insan sepak bola di daerah ini.
Pembinaan pemain usia dini dan kelompok umur menjadi prioritas utama. Syahriel menekankan bahwa potensi pesepak bola lokal harus mendapat kesempatan berkembang melalui latihan yang konsisten, kompetisi berjenjang, serta dukungan pelatih yang berkualitas.
“Aceh Tamiang memiliki potensi pesepak bola yang perlu dibina secara serius. Kami ingin memperkuat peran klub dan sekolah sepak bola, sekaligus mendorong kompetisi yang berkesinambungan agar lahir pemain-pemain berkualitas dari daerah ini,” ungkapnya.
Selain pembinaan teknis, konsolidasi internal dan kebersamaan antarklub menjadi kunci kemajuan. “Kami mengajak seluruh klub, SSB, dan insan sepak bola untuk bersama-sama membangun sepak bola daerah. Tidak ada kemajuan tanpa kebersamaan. Saatnya kita mengutamakan kepentingan sepak bola di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” ajak Syahriel.
PSSI Aceh Tamiang juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, KONI, dunia usaha, serta masyarakat luas guna meningkatkan kualitas pembinaan, penyelenggaraan kompetisi, dan ketersediaan fasilitas olahraga.
Ke depannya, pengurus akan menyusun program kerja yang realistis, transparan, dan terukur. Pendataan klub dan pemain, pembinaan usia muda, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan tata kelola organisasi akan menjadi agenda utama.
“Kami tidak ingin PSSI hanya hadir sebagai organisasi administratif. PSSI harus mampu menghadirkan pembinaan nyata, kompetisi yang teratur, dan prestasi yang membanggakan masyarakat. Fokus kami adalah bekerja dan membangun fondasi sepak bola Aceh Tamiang agar semakin diperhitungkan,” tegas Syahriel.
Dengan kepengurusan definitif yang telah sah, kini saatnya seluruh elemen sepak bola Aceh Tamiang bergerak bersama. Keberhasilan pengurus ini pada akhirnya akan dinilai dari program yang terlaksana, kualitas pembinaan, persatuan antar-sesama, serta prestasi yang mampu diraih di masa mendatang. (Rd01)











