Terdampak Kabut Asap, Pemko Langsa Alihkan Sekolah ke Daring

oleh -23 Dilihat

KOTA LANGSA– Pemerintah Kota Langsa mengambil langkah antisipatif terhadap dampak kabut asap yang menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada jenjang PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan sederajat dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring, Senin (19/10/2026).

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin, 19 Oktober 2026 hari ini hingga Senin, 26 Oktober 2026, atau sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara.

banner 728x90

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa, Dra. Suhartini, M.Pd., menyampaikan bahwa kebijakan tersebut menindak lanjuti arahan Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE, yang merupakan langkah antisipasi untuk melindungi warga sekolah dari dampak buruk paparan kabut asap.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pendidik menjadi prioritas utama. Dengan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat, untuk sementara pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran daring selama sepekan. Selanjutnya, kebijakan ini akan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara,” ujar Suhartini.

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan PJJ, kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah masing-masing melalui platform digital, seperti WhatsApp Group, Google Classroom, maupun Zoom Meetings. Jadwal pelajaran disampaikan oleh wali kelas melalui grup kelas, sedangkan absensi peserta didik tetap dilaksanakan setiap pagi secara digital sesuai arahan masing-masing sekolah.

Suhartini juga mengimbau para orang tua agar memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah, membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker apabila terpaksa keluar rumah, serta memperbanyak minum air putih.

“Kami meminta dukungan orang tua untuk memastikan anak-anak tetap berada di rumah selama pembelajaran daring, menghindari aktivitas di luar ruangan, dan menjaga kondisi kesehatan. Apabila terpaksa keluar rumah, anak-anak diharapkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan kabut asap,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan tugas tenaga pendidik, kehadiran guru akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan kebutuhan pembelajaran. Guru dapat bekerja dari sekolah (Work from School) untuk memfasilitasi pembelajaran daring apabila diperlukan, atau bekerja dari rumah (Work from Home) apabila kondisi kabut asap terlalu pekat dan membahayakan perjalanan.

Pihak sekolah juga diminta terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait. Informasi mengenai dimulainya kembali pembelajaran tatap muka akan disampaikan setelah kondisi kualitas udara dinilai aman.

Pemerintah Kota Langsa mengajak seluruh satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung langkah antisipasi tersebut serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dan kebijakan pembelajaran selanjutnya.(WD.05).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.